Judul Berjalan

TULISAN MOUSE BERJALAN

BERJALAN KEKANAN DAN KEKIRI

SELAMAT BERGABUNG DENGAN KANGTARJOSENDANGREJO..... AYO LATIHAN NGE BLOG BERSAMA-SAMA

Berjalan kekanan kekiri

KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MINAL AIDZIN WAL FA IDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

EDS (EVALUASI DIRI SEKOLAH) TAHUN 2013

EDS (Evaluasi Diri Sekolah) 2013


Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Kementerian Agama (Kemenag) telah menunjukkan komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah-sekolah di Indonesia melalui Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) sesuai dengan Permendiknas No. 63 tahun 2009.
Sebagai komponen penting dalam SPMP, Evaluasi Diri Sekolah (EDS) merupakan dasar peningkatan mutu dan penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) sekolah. EDS juga menjadi sumber informasi kebijakan untuk penyusunan program pengembangan pendidikan kabupaten/kota. Karena itulah EDS menjadi bagian yang integral dalam penjaminan dan peningkatan mutu. EDS adalah suatu proses yang memberikan tanggung jawab kepada sekolah untuk mengevaluasi kemajuan mereka sendiri dan mendorong sekolah untuk menetapkan prioritas peningkatan mutu sekolah. Kegiatan EDS berbasis sekolah, tetapi proses ini juga mensyaratkan adanya keterlibatan dan dukungan dari orang-orang yang bekerja dalam berbagai tingkatan yang berbeda dalam sistem ini, dan hal ini tentu saja membantu terjaminnya transparansi dan validitasi proses.
EDS merupakan komponen penentu yang sangat penting dalam sistem pengembangan pendidikan nasional karena dengan EDS sekolah berperan dalam membangun informasi pendidikan nasional terutama dalam memotret kinerja sekolah dalam penerapan SPM dan SNP. Informasi yang terbangun menjadi dasar untuk dasar perencanaan peningkatan mutu berkelanjutan dan pengembangan kebijakan pendidikan pada tingkat kab/kota, propinsi, dan nasional.
Tujuan utama  EDS adalah:
a)    Sekolah mengevalusi mutu pendidikan yang mereka berikan berdasarkan indikator kunci untuk dapat mengetahui kelebihan mereka dan mengidentifikasi bidang yang membutuhkan perbaikan
b)    Informasi tersebut kemudian dipergunakan untuk perencanaan dan memprioritaskan bidang untuk perbaikan dan pengembangan sekolah
c)    Proses ini menyediakan informasi mengenai tingkatan standar dan mutu di sekolah yang dapat diberikan melalui sistem data yang akan mengarahkan data tersebut untuk perencanaan pada tingkat kabupaten, propinsi dan nasional.
d)    Proses peningkatan mutu berkelanjutan sangat diperlukan bagi akreditasi sekolah

Sekilas contoh pengisian instrumen, angket, rekom, serta rekap EDS 2013

misalnya, untuk angket responden : Guru *)

setelah instrumen (angket) diisi oleh Responden, dalam hal ini Guru.
dalam sample ini ada 4 Responden dengan jawaban yang berbeda.
seperti gambar di bawah ini : *)


 maka dalam memasukkan ke dalam Rekap EDS, kurang lebih seperti di bawah ini:  *)


 NB : *) = klik gambar untuk memperbesar (melihat lebih jelas)
 


Manfaat  Evaluasi Diri Sekolah
EDS memberikan sumbangan penting bagi sekolah sendiri dan bagi pemerintah Kab/Kota yang memiliki kewenangan mengelola pendidikan .
a)    Bagi sekolah
  • Sekolah dapat mengidentifikasikan kelebihan serta kekurangannya sendiri dan merencanakan pengembangan ke depan
  • Sekolah dapat memiliki data dasar yang akurat sebagai dasar untuk pengembangan dan peningkatan di masa mendatang
  • Sekolah dapat mengidentifikasikan peluang untuk meningkatkan mutu pendidikan yang disediakan, mengkaji apakah inisiatif peningkatan tersebut berjalan dengan baik dan menyesuaikan program sesuai dengan hasilnya
  • Sekolah dapat memberikan laporan formal kepada pemangku kepentingan  demi meningkatkan akuntabilitas sekolah
b)    Bagi tingkatan lain dalam sistem (pemerintah kabupaten/kota, provinsi, dan pusat)
  • Menyediakan data dan informasi yang penting untuk perencanaan, pembuatan keputusan dan perencanaan anggaran pendidikan pada tingkat kabupaten, propinsi dan nasional
  • Mengidentifikasikan bidang prioritas untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan
  • Mengidentifikasikan jenis dukungan yang dibutuhkan terhadap sekolah
  • Mengidentifikasikan pelatihan serta kebutuhan program pengembangan lainnya
  • Mengidentifikasikan keberhasilan sekolah berdasarkan berbagai indikator pencapaian sesuai dengan standar nasional pendidikan dan standar pelayanan minimal.
Menggunakan Instrumen EDS
Instrumen EDS  didasarkan pada standar nasional dan akan memberikan dua tujuan untuk menyediakan informasi bagi rencana pengembangan sekolah, seiring dengan pemutakhiran sistem manajemen informasi pendidikan nasional. Bidang dan pertanyaan inti yang disediakan dalam instrumen tersebut  merefleksikan aspek-aspek yang penting bagi sekolah yang diperlukan untuk merencanakan perbaikan sekolah. Karena itulah maka perlu diantisipasi agar sekolah dapat melakukan proses ini dengan benar dan tidak memandangnya sekedar sebagai kegiatan pengisian formulir. Yang penting untuk ditekankan disini adalah sekolah harus melaporkan situasi nyata yang ada di sekolah mereka dan kemudian, saat proses ini diulang, mereka harus mampu menunjukkan adanya perbaikan seiring dengan waktu yang berjalan.
Sumber Pembuktian
Saat melaksanakan evaluasi, sekolah perlu menunjukkan pencapaian mereka dibandingkan dengan indikator kinerja. Mereka perlu mengumpulkan data dan informasi dengan mempergunakan berbagai jenis metode untuk memberikan pembuktian yang akan mendukung hasil evaluasi mereka. Hal ini mencakup observasi dan konsultasi dengan kelompok perwakilan pemangku kepentingan termasuk komite sekolah, orang tua, guru, peserta didik dan kelompok yang relevan lainnya. Pembuktian ini dapat diperoleh dari berbagai sumber.
a)   Data kuantitatif seperti:
  • Prestasi peserta didik dalam Ujian Nasional
  • Kemajuan peserta didik dalam mencapai target yang telah ditetapkan
  • Kemajuan sekolah secara keseluruhan terhadap target yang telah ditetapkan
  • Jumlah peserta didik
  • Jumlah peserta didik yang putus sekolah
  • Tingkat kehadiran peserta didik
  • Aktivitas peserta didik di luar sekolah
  • Jumlah guru
  • Kualifikasi guru
b)   Informasi kualitatif dari opini berbagai individu dan kelompok seperti:
  • Wawancara individual dengan guru dan pegawai lainnya
  • Wawancara individual dengan orang tua peserta didik
  • Wawancara/ diskusi dengan peserta didik
  • Diskusi kelompok
  • Kuesioner dan survey untuk mengukur tingkat kepuasan dan mendapatkan saran untuk meningkatkan keefektifan sekolah
  • Respon tertulis dan komentar lisan
c)    Informasi kualitatif dan kuantitatif sebagai hasil dari observasi langsung terhadap proses belajar mengajar seperti:
  • Ikut dalam kelas selama satu hari penuh
  • Mengamati pelajaran
  • Merekam dengan video cara mengajar sendiri
  • Pertukaran kelas antar guru
  • Observasi antar sesama guru
d)   Informasi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai dokumen seperti:
  • Pekerjaan peserta didik
  • Laporan pada orang tua
  • Catatan atau buku harian
  • Rencana mengajar guru
  • Laporan kemajuan pelaksanaan  rencana pengembangan sebelumnya
  • Bahan pelajaran untuk berbagai tingkatan kemampuan peserta didik
  • Kebijakan dan panduan sekolah
  • Notulen rapat

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PENGUMPULAN DATA EDS 2013

LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT RKT DAN RKAS SEKOLAH DASAR 2013

RKT atau Rencana Kerja Tahuan adalah suatu haluan program kerja yang disusun setiap tahunnya oleh unsur-unsur sekolah baik dari Dewan Sekolah, Kepala Sekolah, maupun Dewan Guru agar sekolah tidak kehilangan arah dalam menentukan tujuannya selama setahun kedepan
RKAS atau Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah adalah rincian program sebagai penjabaran dari RKT agar anggaran yang ada bisa di alokasikan ke dalam program yang hendak dilaksanakan selama satu tahun kedepan.
Sekolah Dasar setiap tahun menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah sebanyak Rp. 580.000,- persiswa. Oleh karena itu RKAS penting dibuat oleh sekolah agar dana yang diberikan berupa Dana BOS tersebut tepat dan penyerapannya on the rack. Menurut Juknis BOS tahun 2013 terdapat 8 Program utama yang harus dijalankan sekolah agar tujuan pendidikan nasional umumnya dan tujuan pendidikan dasar khususnya dapat tercapai. 8 Program tersebut yaitu
  1. Pengembangan Kompetensi Lulusan
  2. Pengembangan Standar Isi
  3. Pengembangan Standar Proses
  4. Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  5. Pengembangan Sarana dan Prasarana Sekolah
  6. Pengembangan dan Implementasi Manajemen Sekolah
  7. Pengembangan Standar Pembiayaan
  8. Pengembangan dan Implementasi Sistem Penilaian
Bagaimana cara menyusun dan membuat Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) tersebut.
1. Buat Visi, Misi dan Tujan Sekolah
Visi Sekolah adalah suatu pandangan kedepan tentang ingin dicapai kedepan secara garis besar
Contoh Visi Sekolah : Terciptanya Peserta Didik Yang Berkualitas, Kompetitif dan Berakhlak Mulia
Misi Sekolah adalah cara untuk mencapai visi sekolah tersebut
Contoh Misi Sekolah
a. Menyelenggarakan pendidikan bebas pungutan bagi seluruh siswa
b. Menyelenggarakan pendidikan untuk mengembangkan kemampuan dan potensi peserta didik
c. Menyelenggarakan pendidikan untuk mengembangkan kepribadian, nilai-nilai agama dan budaya peserta didik
Tujuan Sekolah adalah tujuan yang ingin dicapai sekolah setelah melaksanakan semua misi-misi sebagai penjabaran visi sekolah tersebut
Contoh
a. Menuntaskan Program Wajib Belajar 9 Tahun
b. Terwujudnya peserta didik yang kompetitif dan berkualitas
c. Terbinanya peserta didik yang berkepribadian, berakhlak mulia dan berbudaya 
2. Lakukan Evaluasi Diri Sekolah 
Hal-hal yang dievaluasi diantaranya: Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, Standar Penilaian Pendidikan.
Contoh hasil EDS bisa dilihat disini
3. Tentukan Tantangan Utama Sekolah setelah melakukan Evaluasi Diri Sekolah
Contoh:
TANTANGAN UTAMA
SD NEGERI XXXXXX
  1. Mengadakan kegiatan untuk memenuhi pengembangan pribadi peserta didik 
  2. Mengadakan kegiatan untuk mengembangkan kepribadian, nilai-nilai agama dan budaya 
  3. Menyusun kurikulum yang mempertimbangkan karakteristik daerah kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya usia peserta didik dan kebutuhan pembelajaran 
  4. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan memperhatikan kemampuan awal peserta didik dan latar belakang budaya 
  5. Menyediakan buku panduan, buku pengayaan, buku referensi dan sumber belajar lainnya secara tepat untuk memotivasi belajar peserta didik 
  6. Memfasilitasi pendidik dan tenaga kependidikan untuk mengikuti pelatihan agar kualifikasi dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan standar 
  7. Mengadakan perbaikan sarana dan prsarana sekolah agar memenuhi Standar Pelayanan Mutu (SPM) 
  8. Menyediakan alat pembantu pembelajaran untuk memfasilitasi potensi keterampilan peserta didik
  9. Membuat rencana dan laporan keuangan yang transparan, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan
  10. Melaksanakan penilaian secara teratur berdasarkan rencana yang dibuat untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik 
4. Tentukan Program Strategis dan Program Rutin yang dilaksanakan di sekolah

5. Tentukan Sasaran, Indikator dan Penanggungjawab Program Kegiatan
Contoh Sasaran dan Inditator Program Kegiatan bisa dilihat per program kegiatan

  1. Sasaran dan Inditator Pengembangan Kompetensi Lulusan (lihat disini)
  2. Sasaran dan Inditator Pengembangan Standar Isi (lihat disini)
  3. Sasaran dan Inditator Pengembangan Standar Proses (lihat disini)
  4. Sasaran dan Inditator Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (lihat disini)
  5. Sasaran dan InditatorPengembangan Sarana dan Prasarana Sekolah (lihat disini)
  6. Sasaran dan Inditator Pengembangan dan Implementasi Manajemen Sekolah (lihat disini)
  7. Sasaran dan Inditator Pengembangan Standar Pembiayaan (lihat disini)
  8. Sasaran dan Inditator Pengembangan dan Implementasi Sistem Penilaian (lihat disini)
6. Rinci Anggaran yang dibutuhkan setiap program kegiatan (dalam juknis BOS dokumen K-2)

7. Rekap semua anggraran dalam RKAS (dalam juknis BOS dokumen K-1)

8. Buat SK RKT dan RKAS 2013 (contoh bisa dilihat disini)

9. Dokumentasikan semuanya (Dokumen RKT dan RKAS 2013 lengkap dapat dilihat seperti ini disini)


SASARAN DAN INDIKATOR KEGIATAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI LULUSAN

Sasaran dan Inditator Kegiatan Pengembangan Kompetensi Lulusan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) 2013
(sesuai dengan Implementasi Permendiknas nomor 23 tahun 2006)

Sasaran : Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan
Kegiatan dan Indikatornya
  1. Penyusunan Kriteria Ketuntasan Minimal (rutin). Indikatornya: Tersusunnya KKM dengan dari semua kurikulum pembelajaran kelas.
  2. Penyusunan Kriteria Kenaikan Kelas (rutin). Indikarornya: Tersusunnya Kriteria Kenaikan Kelas dengan Baik.
  3. Ujian Akhir Sekolah / Ujian Akhir Nasional (rutin). Indikatornya: Nilai UASBN menuaskan ( >7 )
  4. Rapat UAN/UAS (rutin). Indikatornya: Terlaksanannya rapat UAN/UAS yang baik dengan menghasilkan Jadwal Ujian, Pengawas dan Pemeriksa Ujian, tertulis maupun praktek.
  5. Rapat Kelulusan (rutin). Indikatornya: Terlaksananya rapat kelulusan yang menghasilkan daftar peserta didik yang lulus dan peserta yang akan melanjutkan ke jenjang SMP/MTs.
  6. Pemantapan Ujian Naional (rutin). Indikatornya: Terlaksanannya Pengayaan / Tambahan Jam Belajar sehingga Kompetensi Dasar peserta didik memenuhi standar untuk kelulusan
  7. Pelaksanaan Uji Coba/Try Out UASBN/UN (strategis). Indikatornya: Terlaksananya Uji Coba/Try Out untuk hasilnya dievaluasi untuk mengadakan pengayaan agar target kelulusan tercapai

Sasaran : Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh sebagai anggota masyarakat
Kegiatan dan Indikatornya
  1. Kegiatan pengembangan akademis dan non akademis (Siswa Teladan, Bidang Study, Olahraga, Seni dan Pentas PAI) (strategis). Indikatornya:Mengirimkan 30 Peserta Didik untuk mengikuti lomba siswa teladan, bidang studi, olahraga seni dan pentas PAI di tingkat kecamatan
  2. Kegiatan pengembangan budaya dalam bentuk pertunjukan seni kedaerahan  (strategis). Indikatornya: Terlaksananya kegiatan Pentas Seni Siswa dengan menampilkan minimal 20 kreatifitas seni
  3. Kegiatan pengembangan nilai-nilai keagamaan (strategis). Indikatornya: Terlaksananya kegiatan pengembangan kepribadian peserta didik pada bulan Ramadhan dengan memberikan materi-materi pembentuk keperibadian seperi sopan santun, contoh tauladan dari nabi-nabi, nilai-nilai kemasyarakatan dll serta monitoring kegiatan dalam bentuk buku ramadhan untuk mengetahui perkembangan kepribadian peserta didik

SASARAN DAN INDIKATOR KEGIATAN PENGEMBANGAN STANDAR PROSES

Sasaran dan Inditator Kegiatan Pengembangan Standar Proses Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) 2013
(sesuai dengan Implementasi Permendiknas nomor 41 tahun 2007)

Sasaran : Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif dan menantang dan memotivasi peserta didik
Kegiatan dan Indikatornya
  1. Pengadaan Sarana Penunjang KBM (rutin). Indikatornya: Tersedianya sarana penunjang KBM agar pembelajaran dapat teralaksana dengan menyenangkan.
  2. Pembelian Buku Penunjang Pembelajaran (rutin). Indikarornya: Tersediannya buku penunjang pembelajaran.
  3. Pengadaan Alat Pembelajaran (strategis). Indikatornya: Tersedianya alat penujang pembelajaran yang mendukung terlaksanannya KBM yang interaktif
Sasaran : Terlaksananya Program Kesiswaan yang baik
Kegiatan dan Indikatornya
  1. Penerimaan Siswa Baru (rutin). Indikatornya: Terlaksananya Program Kesiswaan yang baik yang salah satunya penerimaan siswa baru bisa mengakomodir siswa melaksanakan program wajib belajar.
Sasaran : Terlaksananya Program ekstraulikuler wajib
Kegiatan dan Indikatornya
  1. Penyusunan Program Ekstrakulikuler Pramuka  (rutin). Indikatornya: Tersedianya program Pramuka yang baik
  2. Kegiatan Perkemahan Pramuka (strategis). Indikatornya: Terlaksananya program perkemahan

SASARAN DAN INDIKATOR KEGIATAN PENGEMBANGAN STANDAR ISI

Sasaran dan Inditator Kegiatan Pengembangan Standar Isi Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) 2013
(sesuai dengan Implementasi Permendiknas nomor 22 tahun 2003)

Sasaran : Kurikulum sesuai dan relevan
Kegiatan dan Indikatornya
  1. Penyusunan Pembagian Tugas Guru dan Jadwal Pelajaran (rutin). Indikatornya: Dapat tersusunnya pembagian tuas sesuai dengan SPM.
  2. Penyusunan Program Tahunan (rutin). Indikarornya: Dapat tersusunnya Program tahunan dengan baik sesuai dengan standar isi.
  3. Penyusunan Program Semester (rutin). Indikatornya: Dapat tersusunnya Program Semester dengan baik
  4. Pembuatan Silabus (rutin). Indikatornya: Ada silabus tertulis yang benar dari kelas I – VI yang dikembangkan berdasarkan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan.
  5. Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (rutin). Indikatornya: Ada RPP tertulis untuk setiap kompetensi berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran.

Semoga bermanfaat!!!


CONTOH HASIL EDS SD NEGERI XXXXXX

EVALUASI DIRI SEKOLAH DASAR NEGERI XXXXXX 
STANDAR ISI 
  1. Kurikulum SD Negeri XXXXXX disusun mengikuti panduan BSNP namun masih memerlukan pengembangan 
  2. Kurikulum SD Negeri XXXXXX disusun dengan mempertimbangkan usia peserta didik dan kebutuhan pembelajaran 
  3. Struktur kurikulum SD Negeri XXXXXX kurang mengalokasikan waktu yang cukup bagi peserta didik agar dapat memahami konsep yang baru sebelum melanjutkan ke pelajaran berikunya, sedangkan program remedial dan pengayaan kadang kala dilaksanakan 
  4. SD Negeri XXXXXX masih sangat terbatas dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang memadai dalam memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik 
  5. SD Negeri XXXXXX sudah menyediakan beberapa jenis kegiatan ekstrakulikuler bagi peserta didik yang sesuai dengan minat sebagian besar peserta didik.
STANDAR PROSES 
  1. Silabus telah sesuai dengan SI dan SKL
  2. Sebagian silabus telah dikaji dan dikembangkan secara teratur oleh guru secara mandiri maupun berklompok 
  3. Sebagian guru menyusun RPP sendiri untuk setiap kompetensi dasar berdasarkan prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran 
  4. RPP tidak memperhatikan perbedaan individu peserta didik 
  5. Siswa menggunakan sumber belajar yang dimiliki sendiri dan beberapa buku teks yang tersedia di perpustakaan SD Negeri XXXXXX selama pelajaran berlangsung 
  6. Guru sudah menggunakan sumber belajar lainnnya selain buku pelajaran, namun hanya pada mata pelajaran tertentu 
  7. Sebagian guru sudah konsisten melaksanakan kegiatan pembelajaran yang interaktif, inspiratif menyenangkan dan menantang sesuai dengan RPP yang disusunnya 
  8. Guru belum sepenuhnya konsisten memberikan kesempatan pada peserta didik untuk melakukan eksplorasi dan elaborasi serta mendapatkan konfirmasi di setiap pembelajaran 
  9. Proses pembelajaran disupervisi dan dievaluasi mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan penilaian hasil pembelajaran 
  10. Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan secara berkala oleh Kepala SD Negeri XXXXXX dan pengawas tetapi tidak ditindaklanjuti 

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN 
  1. Peserta didik memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan dalam SKL 
  2. Sebagian pserta didik mampu menjadi pembelajar yang mandiri 
  3. Sebagian peserta didik memiliki motivasi belajar dan rasa percaya diri yang tinggi 
  4. Peserta didik menunjukan sikap yang baik di SD Negeri XXXXXX dan ditengah masyarakat luas, serta memahami tentang disiplin, tolernsi, kejujuran, kerja keras dan perhatian kepada orang lain 
  5. SD Negeri XXXXXX menawarkan beberapa ekstra kulikuler tetapi belum sesuai dengan semua minat pesera didik 
  6. Peserta didik memahami dan menerapkan ajaran agama dan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten baik di SD Negeri XXXXXX maupun di tengah-tengah masyarakat 
STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 
  1. Jumlah pendidik di SD Negeri XXXXXX sudah memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan 
  2. Jumlah tenaga kependidikan di SD Negeri XXXXXX sudah memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan 
  3. Kualifikasi pendidik di SD Negeri XXXXXX sudah memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan 
  4. Kualifikasi tenaga kependidikan di SD Negeri XXXXXX sudah memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan 
  5. Kompetensi pendidik di SD Negeri XXXXXX sudah memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan 
  6. Kompetensi tenaga kependidikan di SD Negeri XXXXXX sudah memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan 
STANDAR SARANA DAN PRASARANA 
  1. Sekolah memenuhi Sistem Penjaminan Mutu (SPM) terkait dengan ruangan, jumlah ruangan, persyaratan untuk system ventilasi dan lainnya 
  2. SD Negeri XXXXXX memenuhi SPM dalam hal jumlah peserta didik pada setiap rombongan belajar 
  3. Sekolah belum memiliki dan menggunakan alat serta sumber belajar sesuai dengan SPM 
  4. Pemeliharaan bangunan di SD Negeri XXXXXX baru melakukan pemeliharaan rutin seperti kebersihan ruangan 
  5. Sebagian bangunan di SD Negeri XXXXXX masih belum memenuhi standar keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik termasuk bagi mereka yang berkebutuhan khusus 
 STANDAR PENGELOLAAN 
  1. SD Negeri XXXXXX memiliki visi dan misi namun belum dirumuskan secara bersama dan belum tersosialisasikan di seluruh warga sekolah 
  2. SD Negeri XXXXXX mendorong kemandirian dan kemitraan dari semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan sekolah namun progresnya belum sepenuhnya dilaksanakan secara mandiri, parsitipatif, kolaboratif dan akuntabel 
  3. SD Negeri XXXXXX memiliki rencana kerja yang dirumuskan dari tujuan berdasarkan visi dan misi sekolah dalam bentuk RKS 
  4. SD Negeri XXXXXX sudah mensosialisasikan dokumen rencana kerja namun hanya kepada pihak-pihak terbatas saja seperti Kepala Dinas Pendidikan Kecamatan 
  5. Rencana kerja tahunan mengacu pada Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Proses dan Standar Penilaian namun tidak dalam bentuk dokumen yang mudah diakses oleh pihak terkait dan sosialisasinya masih terbatas dalam lingkungan internal sekolah 
  6. SD Negeri XXXXXX melakukan evaluasi diri namun baru dilakukan sebatas tim pengembang sekolah dan belum melibatkan warga masyarakat 
  7. SD Negeri XXXXXX melakukan prioritas perbaikan/pengembangan SD Negeri XXXXXX yang didasarkan pada hasil evaluasi diri dan memfokuskan pada peningkatan hasil belajar 
  8. Pengolahan data di SD Negeri XXXXXX berbasis ITC namun masih menggunakan program office yang sederhana dan belum erbasis website 
  9. SD Negeri XXXXXX belum menyediakan akses informasi yang mudah bagi warga sekolah 
  10. SD Negeri XXXXXX memperhatikan hasil kerja setiap pendidik dan tenaga kependidikan 
  11. SD Negeri XXXXXX melakukan superisi dan evaluasi atas pelaksanaan tugas pendidik dan tenaga kependidikan namun belum terprogram dengan baik 
  12. Warga SD Negeri XXXXXX terlibat langsung dalam pengelolaan kegiatan akademis dan non akademis 
  13. SD Negeri XXXXXX melibatkan masyarakat dalam pengelolaan non akademis 
STANDAR PEMBIAYAAN 
  1. Perumusan rancangan anggaran biaya pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) merujuk pada peraturan pemerintah 
  2. Perumusan RAPBS melibatkan komite sekolah tetapi belum melibatkan semua pemangku kepentingan 
  3. Penyusunan rencana keuangan sekolah berusaha dilakukan secara transparan, efisien dan akuntabel 
  4. SD Negeri XXXXXX membuat laporan pertanggungjawaban pendapatan dan penggunaan keuangan secara periodic kepaada pemerintah dan pemangku kepentingan 
  5. SD Negeri XXXXXX belum mempertimbangkan penggunaan sumber daya atau prasarana untuk mencari sumber pembiayaan tambahan 
  6. SD Negeri XXXXXX belum memiliki hubungan yang kuat dengan dunia usaha dan dunia industri setempat 
  7. SD Negeri XXXXXX belum menyiapkan catatan alumni 
  8. SD Negeri XXXXXX mampu melayani siswa dari tingkatan social ekonomi namun belum melayani siswa yang berkebutuhan khusus 
  9. Sumbangan orangtua dan biaya kegiatan sekolah lainnya ditentukan sama untuk semua peserta didik dengan tidak mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua 
STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN 
  1. Guru di SD Negeri XXXXXX menyusun dan mengembangkan perencanaan penilaian untuk mencapai kompetensi peserta didik 
  2. Guru memberikan informasi kepada peserta didik hanya KKM saja di awal semester 
  3. Guru selalu melaksanakan penilaiandan memantau kemajuan belajar peserta didik sesuai dengan ren cana yang telah dibuat pada silabus dan RPP 
  4. Guru menerapkan berbagai teknik, bentuk dan jenis penilaian sesuai dengan target kompetensi yang ingin diukur 
  5. Guru mengkaji ulang kemajuan peserta didik pada setiap akhir semester 
  6. Hasil tes digunakan sebagian guru untuk merencanakan perbaikan bahan pembelajaran selanjutnya 
  7. Sekolah menyampaikan laporan hasil penilaian mata pelajaran pada akhir semester kepada orangtua/wali peserta didik dalam bentuk laporan pendidikan 
  8. SD Negeri XXXXXX menjalin kemitraan dengan orangtua dalam pencapaian hasil belajar siswa

INFO VERIFIKASI DAN VALIDASI NUPTK

Pada hari ini tanggal 3 Juni 2013 Layanan Transaksional PADAMU NEGERI telah dibuka hingga 30 September 2013.
Kami himbau kepada semua pemilik NUPTK untuk mencari data masing-masing di situs ini dan melaksanakan prosedur VerVal NUPTK sesuai panduan yang tertulis pada Formulir ke Admin Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Admin Sekolah Induk masing-masing.
Surat Aktivasi Akun Login Layanan PADAMU NEGERI tingkat Admin Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dapat diambil di LPMP setempat. Dan Surat Aktifasi Akun Login PADAMU NEGERI setiap sekolah dapat diambil ke Admin Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota masing-masing.
Perlu dipahami dan dimaklumi bahwa proses distribusi Surat Aktivasi Akun Login ke setiap Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan ke seluruh sekolah masih berlangsung selama bulan Juni 2013 sesuai kondisi wilayah masing-masing. Mohon kerjasama semua pihak untuk saling mendukung dan bersinergi membantu proses distribusi Surat Aktifasi Akun Login dimaksud.
Perlu kami sampaikan pula bahwa pelaksanaan proses Pengajuan NUPTK baru bagi PTK yang belum memilikinya akan dibuka mulai hari Senin tanggal 24 Juni 2013. Syarat dan ketentuan pengajuan NUPTK baru dimaksud akan diinformasikan dalam waktu dekat di situs ini.
Hormat Kami
Tim Admin Pusat
PADAMU NEGERI INDONESIA-ku
BPSDMPK-PMP KEMDIKBUD 2013
___________________________
berikut ini panduan yang diharapkan dapat membantu admin sekolah dan PTK dalam preses Verval NUPTK:

Langkah-langkah Untuk melakukan verifikasi dan validasi Level 1 di PADAMU NEGERI(klik disini)
Aktivasi Akun dan Login klik disini

INSTALASI APLIKASI SISTEM PENJAMIN MUTU PENDIDIKAN (SPMP)-(Final)

 Pada tanggal 14-15 November 2010 kemarin saya diberi kesempatan untuk mengikuti diklat instalasi dan penggunaan Aplikasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) se-Provinsi Banten di Hotel Le Dian Serang. Materi diklat ini seputar instalasi aplikasi SNP (Standar Nasional Pendidikan) EDS (Evaluasi Diri Sekolah) yang berbasis web. Kebetulan dalam diklat ini Saya dan 3 teman saya (Pak Rana, Bu Hj Enok dan Pak Ade) mewakili SMP pandeglang selatan (Cibaliung dan Cimanggu).

Pada dasarnya kami dikenalkan pada aplikasi berbasis web yang nantinya akan ditanam di komputer sekolah, dan dapat beroperasi melalui localhost. Yang sering berkutat dengan aplikasi webserver (xampp, wampserver, lampp, uniserver, etc) akan lebih mudah menggunakan aplikasi SNP EDS ini.
Aplikasi SPMP SNP EDS ini sangat mudah dalam instalasi dan pengoperasiannya. Alhamdulillah saya juga dapat mengikuti dengan lancar tanpa masalah. Akan tetapi ada sebagian teman-teman yang belum terbiasa bekerja dalam lingkungan webserver sedikit mengalami kesulitan, terutama pada saat instalasi. Dari dasar itulah saya mencoba untuk menjelaskan detik-detik instalasi (halagh!!) aplikasi SNP EDS menurut pemahaman saya.

Fiuh.....fiuh...Capek euy make kata kata resmi. Lidahku sampe pegel pegel..he he he...

ok kita lanjut........

SPMP itu apa seh?

SPMP adalah singakatan dari Aplikasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. Menurut Mutia Pusparini, program ini diharapkan dapat menjadi penyempurna pelaksanaan sistem pendidikan di Indonesia dengan adanya dokumentasi data yang lebih akurat mengenai Peningkatan Kualitas (Quality Improvement) pendidikan. Adanya data yang akurat dapat menjadi dasar pengembangan dan penjaminan mutu dan kualitas selanjutnya. Untuk lebih jelasnya silahkan baca disini.

Spesifikasi sistem yang dianjurkan

Program ini dapat berjalan lancar pada system operasi windows xp, windows vista, windows 7 dan Linux, untuk system operasi yang lain saya sendiri belum mencoba. Browser yang digunakan sebaiknya Mozilla Firefox versi 3.6.3 ke atas yang telah dilengkapi dengan plugin flash player 10. 

APA yang kita butuhkan???

Sebelumnya kita harus mempersiapkan dulu programnya. Kalo kemarin yang ikut diklat pasti dah pada punya. Trus kalo ga punya gimana OM???

Tenang sodara sodara....saya telah mempersiapkan link untuk download tools-tools yang akan kita gunakan. Silahkan Download program SPMP SNP EDS di bawah ini, kemudian tempatkan pada satu folder.

1. Aplikasi EDS.rar, dapat anda download disini

2. Webserver XAMPP , silahkan download disini

3. Mozilla firefox 3.6.3 dapat anda download disini

4. Plugin flash player 10 download disini


Instalasi dan konfigurasi

Jika ke empat program di atas telah selesai anda download, langkah selanjutnya adalah melakukan ekstraksi file aplikasi EDS.rar dengan menggunakan program winrar atau winzip.......

 Bersambung.......ke artikel  Instalasi Aplikasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) part 2

Sebelum anda membaca artikel ini, ada baiknya anda membaca artikel Instalasi Aplikasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) part 1, karena tulisan ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya.

Oke, jika sudah selesai mengikuti petunjuk pada artikel yang pertama, selanjutnya kita akan membahas detik-detik instalasi aplikasi EDS.

Instalasi dan konfigurasi

Jika ke empat program pada artikel yang pertama telah selesai anda download, langkah selanjutnya adalah melakukan ekstraksi file aplikasi EDS.rar dengan menggunakan program winrar atau winzip. Selesai mengekstrak maka akan terbentuk folder aplikasi EDS, kemudian pindahkan folder ini ke drive C:\ (**ingat, harus drive C:\). 

Untuk mempermudah dalam melakukan instalasi dan konfigurasi maka saya merekomendasikan untuk memasukkan ke empat program (aplikasi EDS, Webserver XAMPP, Mozilla firefox,  dan flash player) ke dalam folder aplikasi EDS. Sehingga ke empat program tersebut terkumpul menjadi satu folder yaitu di folder  aplikasi EDS. Lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah.



1. Instalasi webserver xampp

Instalasi webserver xampp sebenarnya sangat mudah, tinggal klik 2x pada xampp.exe kemudian Next....selesai dah. Tapi bagi yang belum terbiasa memang sedikit menjadi masalah. untuk lebih mudahnya ikuti gambar yang saya tampilkan berikut. Gambar ini saya ambil dari file power point instalasi aplikasi yang dibuat oleh Tim PMPTK (Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan). Yuk kita simak.....











2. Instalasi browser mozilla firefox 3.6.3

Hampir sebagian besar komputer berbasis windows dan linux biasanya sudah terinstal browser mozilla firefox ini. Trus kalo belum gimana OM?? ya di iinstal sendiri donk!!...Caranya??
Cari file Firefox Setup 3.6.10.exe kemudian klik 2x, selanjutnya klik Next, Next, Next ampe selesai. .gampang kan???

3. Install_flash_player 10 

Yang perlu diingat sebelum melakukan  instalasi flash_player 10 yaitu direkomendasikan untuk menutup terlebih dahulu jendela mozilla firefox. Kok bisa gitu?? maksudnya apa neh?? Ya biar gak crash saat instal flash player.. trus cara instalnya gmana??? sama aja kayak instal mozilla fireox..klik 2x install_flash_player 10.exe kemudian next, next, next dan selesai.


Jika semua program yang dibutuhkan telah terinstal, langkah selanjutnya adalah menjalankan file Setup Konfigurasi.bat dengan cara klik 2x (file Setup Konfigurasi.bat disertakan pada folder aplikasi EDS). Maka akan muncul jendela command prompt (biasanya berwarna hitam) biarkan proses berjalan sampai selesai, jendela command prompt ini nanti akan hilang secara otomatis jika konfigurasi telah selesai.

Instalasi dan konfigurasi selesai saatnya menjalankan aplikasi.

Untuk menjalankan aplikasi EDS, terlebih dahulu kita jalankan webservernya, kebetulan kita menggunakan webserver XAMPP.
Gimana Caranya???

kita lanjutkan pada artikel ketiga


Instalasi dan konfigurasi selesai saatnya menjalankan aplikasi.

Sebelumnya kita sudah membahas cara instalasi dan konfigurasi Aplikasi sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) berikut link Download aplikasinya, Silahkan baca artikel pertama dan kedua terlebih dahulu.

Untuk menjalankan aplikasi EDS gimana? jalankan webservernya dulu, kebetulan kita menggunakan webserver XAMPP.
Gimana Caranya??? :-/

Beralihlah ke desktop, lalu klik 2x Shortcut XAMPP Control Panel, bisa juga melalui start menu. Akan muncul jendela xampp, selanjutnya aktifkan servis Apache dan mysql dengan cara memberi centang dan klik tombol start. Jika ada notifikasi yang muncul klik yes atau ok, tunggu sampai muncul tulisan running, perhatikan gambar di bawah

Photobucket


Servis Apache dan mysql telah kita aktifkan, artinya server lokal kita sudah berjalan. Sekarang waktunya kita mencoba aplikasi SPMP EDS, buka browser kesayangan kita (internet explorer, mozilla firefox, opera, safari,etc),. saya menggunakan Mozilla Firefox. Pada address bar ketik http://localhost/snpnew, akhiri dengan Enter  Photobucket

Jika instalasi dan konfigurasi yang anda lakukan pada artikel pertama dan kedua benar, maka akan muncul halaman log in aplikasi SPMP EDS. Masuklah dengan username: admin dan password: admin. Seperti gambar di bawah.

Photobucket

Nah sampai disini kita sudah berhasil melakukan instalasi, konfigurasi sekaligus menjalankan aplikasi SPMP EDS.

Troubleshooting

Pada beberapa kasus yang saya temui, masalah yang muncul biasanya terjadi pada XAMPP, terutama saat komputer baru dihidupkan. Hal ini dikarenakan XAMPP mengalami kegagalan dalam menjalankan servis Apache dan MySql. Untuk menanganinya cukup mudah, kita hanya perlu memanggil ulang servis Apache dan MySql. Caranya bagaimana?? Masuklah ke XAMPP Control Panel, kemudian tekan tombol stop pada servis apache dan mysql, buang tanda centang di sebelahnya. Perlakuan ini akan menghentikan servis kedua aplikasi tersebut. Lho kok dihentikan?? yups selanjutnya kita Start ulang seperti pada langkah paling atas artikel ini.

Ada pertanyaan, kurang jelas atau punya pengalaman yang sama dengan artikel ini? atau malah mau protes?? :d Silahkan komentar di bawah..

Semoga membantu :)

STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN

Standar Pengelolaan Pendidikan

Berdasarkan Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, disebutkan pada Pasal 1 ayat (1) “Setiap satuan pendidikan wajib memenuhi standar pengelolaan pendidikan yang berlaku secara nasional” 

Tentang standar nasional pengelolaan, dijelaskan pada lampiran Permendiknas 19/2007. Isi pokok lampiran ini adalah sebagai berikut:

A. PERENCANAAN PROGRAM 

1. Visi Sekolah/Madrasah
2. Misi Sekolah/Madrasah
3. Tujuan Sekolah/Madrasah
4. Rencana Kerja Sekolah/Madrasah

B. PELAKSANAAN RENCANA KERJA

1. Pedoman Sekolah/Madrasah
2. Struktur Organisasi Sekolah/Madrasah
3. Pelaksanaan Kegiatan Sekolah/Madrasah
4. Bidang Kesiswaan
5. Bidang Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran
6. Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan
7. Bidang Sarana dan Prasarana
8. Bidang Keuangan dan Pembiayaan
9. Budaya dan Lingkungan Sekolah/Madrasah
10. Peranserta Masyarakat dan Kemitraan Sekolah/Madrasah

C. PENGAWASAN DAN EVALUASI 

1. Program Pengawasan
2. Evaluasi Diri
3. Evaluasi dan Pengembangan KTSP
4. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
5. Akreditasi Sekolah/Madrasah

D. KEPEMIMPINAN SEKOLAH/MADRASAH

E. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

F. PENILAIAN KHUSUS

Uraian mengenai budang standar pengelolaan pendidikan dapat dilihat pada tulisan lain dengan label "Standar Pengelolaan".

VISI, MISI, TUJUAN, DAN RKS

Visi, Misi, Tujuan, dan Rencana Kerja Sekolah/Madrasah

Berikut ketentuan visi, misi, tujuan, dan rencana kerja  sekolah sesuai standar nasional tentang pengelolaan pendidikan yang dijelaskan dalam Permendiknas 19/2007.
Visi, misi, tujuan, dan rencana kerja  sekolah/madrasah merupakan bagian pengelolaan pendidikan pada tahap Pernecanaan Program.
Visi Sekolah/Madrasah

a. Sekolah/Madrasah merumuskan dan menetapkan visi serta mengembangkannya.
b. Visi sekolah/madrasah:
1) dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang;
2) mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan;
3) dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah/madrasah dan pihak-pihak yang berkepentingan, selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional;
4) diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala
sekolah/madrasah dengan memperhatikan masukan komite sekolah/madrasah;
5) disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan;
6) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat.
Misi Sekolah/Madrasah
a. Sekolah/Madrasah merumuskan dan menetapkan misi serta mengembangkannya.
b. Misi sekolah/madrasah:
1) memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah/madrasah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional;
2) merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu;
3) menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah;
4) menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan oleh sekolah/madrasah;
5) memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah/madrasah;
6) memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah/madrasah yang terlibat;

7) dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah/madrasah;
8) disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan;
9) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat.
Tujuan Sekolah/Madrasah
a. Sekolah/Madrasah merumuskan dan menetapkan tujuan serta mengembangkannya.
b. Tujuan sekolah/madrasah:
1) menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empat tahunan);
2) mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat;
3) mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah/madrasah dan Pemerintah;
4) mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah/madrasah;
5) disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan.

Rencana Kerja Sekolah/Madrasah

a. Sekolah/Madrasah membuat:

1) rencana kerja jangka menengah yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan;
2) rencana kerja tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah.

b. Rencana kerja jangka menengah dan tahunan sekolah/madrasah:

1) disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah/madrasah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. Pada sekolah/madrasah swasta rencana kerja ini disahkan berlakunya oleh penyelenggara sekolah/madrasah;
2) dituangkan dalam dokumen yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait.

c. Rencana kerja empat tahun dan tahunan disesuaikan dengan persetujuan rapat dewan pendidik dan pertimbangan komite sekolah/madrasah.


d. Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaan sekolah/madrasah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas.

e. Rencana kerja tahunan memuat ketentuan yang jelas mengenai:

1) kesiswaan;
2) kurikulum dan kegiatan pembelajaran;
3) pendidik dan tenaga kependidikan serta pengembangannya;
4) sarana dan prasarana;
5) keuangan dan pembiayaan;
6) budaya dan lingkungan sekolah;
7) peranserta masyarakat dan kemitraan;
8) rencana-rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu.

11 KOMPONEN RPP KTSP

Komponen RPP

Komponen RPP terdiri 11 bagian sebagaimana dijelaskan dalam Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendiknas 41/2007)
1. Identitas mata pelajaran 
Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan. 
2. Standar kompetensi 
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemam­puan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran. 
3. Kompetensi dasar 
Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik•dalam mata pelajaran ter­tentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompe­tensi dalam suatu pelajaran. 
4. Indikator pencapaian kompetensi 
Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilai­an mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja opera­sional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. 
5. Tujuan pembelajaran 
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan ha­sil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. 
6. Materi ajar 
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan pro­sedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompe­tensi. 
7. Alokasi waktu 
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan un­tuk pencapaian KD dan beban belajar. 
8. Metode pembelajaran 
Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembela­jaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemi­lihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situ­asi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/M I. 9. Kegiatan pembelajaran
9. Kegiatan pembelajaran meliputi Pendahuluan, Inti, Penutup 
10. Penilaian hasil belajar 
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian. 
11. Sumber belajar 
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kom­petensi.

PROGRAM EDS 2013

Program EDS 2013

EDS 2013 akan menjadi program penting Kemdikbud karena diharapkan sudah menjangkau semua sekolah.
Evaluasi Diri Sekolah (EDS) telah dilaksanakan sejak tahun 2010 oleh Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP) BPSDMPK-PMP. Program EDS dilaksanakan secara periodik setiap tahun dengan mendistribusikan instrumen kuisoner kepada responden di setiap sekolah. Hasil dari pengisian instrumen kuisoner tersebut menjadi dasar dari proses analisa mutu pendidikan mulai dari tingkat sekolah, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi hingga tingkat nasional.
Data Perkembangan EDS
  • Tahun 2010 program EDS melibatkan 10.000 sekolah, 
  • Tahun 2011 melibatkan 29.000 sekolah, 
  • Tahun 2012 melibatkan 39.000 sekolah. 
  • Tahun 2013 ini direncanakan melibatkan seluruh sekolah se-Indonesia dari mulai jenjang SD, SMP, SMA dan SMK baik negeri dan swasta khususnya dibawah naungan Kementrian Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan.
PROGRAM EDS 2013
Mulai tahun 2013, pelaksanaan EDS menjadi salah satu bagian dari Layanan Sistem Informasi PADAMU NEGERI BPSDMPK-PMP Kemdikbud. Instrumen Kuisoner EDS didistribusikan untuk dapat diisi secara online langsung dari Internet oleh para responden, antara lain: Kepala Sekolah, Pendidik (Guru), Tenaga Kependidikan (Staf), Peserta Didik (Siswa) dan Komite Sekolah. Data para responden dijaga kerahasiannya oleh sistem dan hasil isian instrumennya secara otomatis akan tersimpan terpusat di server Layanan Sistem Informasi PADAMU NEGERI.
Setiap Sekolah akan diberikan akun login ke Layanan Sistem Informasi PADAMU NEGERI. Pihak Sekolah selanjutnya dapat membuat dan mendistribusikan akun login kepada para kepala sekolah, guru, staf, siswa dan komite sekolah agar dapat mengakses dan berpartisipasi aktif mengisi instrumen kuisoner EDS masing-masing secara online.
Hasil analisa dari isian instrumen kuisoner EDS akan disediakan secara online untuk dapat diakses oleh setiap sekolah, dinas pendidikan kabupaten/kota, dinas pendidikan provinsi dan direktorat Kemdikbud. 
Sumber: http://padamu.kemdikbud.go.id/